JADWAL PENULISAN PROJECT AKHIR

Berikut ini adalah rencana kegiatan yang akan dijadikan pedoman oleh Penulis dalam penulisan Proyek Akhir.

RENCANA KEGIATAN

P E L A K S A N A A N

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Survey dan Analisis Objek

2

Penyusunan Proposal dan Konsultasi Proposal

3

Seminar proposal

4

Perancangan Sistem

5

Pembuatan aplikasi

6

Pengujian sistem

7

Pembuatan laporan

APLIKASI SISTEM PEMBELIAN BARANG DAGANGAN

PADA TB LENCANA MULIA SAWANGAN

FASE I

Identifikasi  Masalah

Seiring dengan berkembangnya usaha perdagangan yang semakin maju, maka pengelolaan kegiatan bisnis juga semakin komplek yaitu semakin besarnya skala usahanya. Pada jenis usaha dagang misalnya, ketika berskala kecil, pengelolaan data dan informasi mengenai pembelian barang dagangan dapat dilakukan dengan menggunakan pembukuan sederhana secara manual. Tapi, sistem tersebut kurang cocok jika diterapkan pada perusahaan dagang mempunyai skala cukup besar. Dalam upaya meningkatkan  kinerja operasi perusahaan dibutuhkan suatu sistem pengelolaan data dan informasi pembelian yang dapat memberikan informasi secara tepat dan akurat guna mempermudah dan mempercepat penanganan pembelian.

Oleh karena itu untuk menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu, akurat, dan handal yang bisa membantu dan mendukung kegiatan bisnis dan manajemen suatu perusahaan diperlukan analisis dan perancangan sistem informasi untuk menjamin diperolehnya sistem informasi yang bisa menyelesaikan pemasalahan-permasalahan bisnis, sekaligus mempermudah pengembangan sistem di masa depan. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis menguraikan identifikasi masalah sebagai berikut:

  1. Apakah sistem pembelian barang dagangan secara manual berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pemrosesan data pembelian?
  2. Apakah sistem pembelian barang dagangan secara manual menyebabkan proses informasi atau pembuatan laporan kas keluar, Saldo hutang dagang berlangsung lama?
  3. Apakah dalam jangka panjang biaya yang dibutuhkan akan cukup besar karena harus mengeluarkan biaya untuk menggaji karyawan bagian gudang?
  4. Apakah sistem pembelian barang dagangan secara manual akan sulit melakukan kontrol hutang karena dilakukan oleh karyawan yang terbatas, sementara jumlah supplier atau pemasok cukup banyak ?

Kesempatan

Mengingat laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat persaingan yang sangat ketat, maka perlu pengembangan system yang mampu mendorong efektifitas dan efisiensi sangat diperlukan. Untuk itu perlu dibuat suatu system pembelian yang mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi pada TB. Lencana Mulia Sawangan, dimana selama ini masih menggunakan sistem secara manual yang penulis dinilai kurang efektif

Tujuan

Tujuan dari pembuatan sistem pembelian barang dagangan pada TB. Lencana Mulia-Sawangan mempermudah manajemen perusahaan dalam mengelola dan mengawasi aset-aset perusahaan.

Keterlibatan personal

Untuk melaksanakan transaksi pembelian barang dagangan pada TB. Lencana Mulia Sawangan melibatkan beberapa bagian yaitu bagian gudang dan bagian pembelian. Namun dalam hal ini masih terdapat perangkapan tugas dan tanggung jawab, sehingga memungkinkan terjadi kecurangan pada bagian pembelian maupun pada bagian-bagian yang lain. Untuk itu perlu di buat suatu system yang dapat memantau atau menjaga asets perusahaan.

FASE  II

Mengumpulkan dokumen sistem/operasi

Untuk membuat sistem pembelian pada TB. Lencana Mulia Sawangan, kita dapat menganalisis dari bukti transaksi yang ada, misalnya Nota Pembelian, Faktur Pembelian, Bukti Pengeluaran Kas, serta dokumen-dokumen yang terkait lainnya yang terjadi sehari-sehari. Untuk mendapatkan itu semua, diperoleh dengan cara:

  1. Interview, yaitu dengan melakukan tanya jawab langsung dengan pemilik toko, berkaitan dengan objek yang sedang diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan gambaran obyektif mengenai  kegiatan perusahaan. Dalam melakukan interview dapat kita gunakan 5 W dan 1 H untuk mendapatkan kejelasan terhadap sistem informasi manajemen perusahaan yang diterapkan dalam perusahaan.
  2. Mengamati sistem dan keterlibatan personal saat melakukan kunjungan langsung pada perusahaan, guna mendapatkan system informasi yang sudah ada dan sebagai acuan dalam system yang akat dibuat.

A. PENGERTIAN SISTEM

Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh, untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan. Adapun prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan kerani (clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.

B. KARAKTERISTIK SISTEM

Komponen-komponen (Components), terdiri dari beberapa subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses system secara keseluruhan.

Masukan (Input), berupa masukan perawatan (Maintenance Input) dan masukan sinyal (Signal Input), contohnya seperti sistem pada komputer, masukan perawatan adalah program dan masukan sinyal adalah data..

Keluaran (Output), hasil olahan dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna, contoh untuk system computer adalah informasi sebagai keluaran.

Pengolah (Process), Suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal), Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem demi mencapai tujuan yang diinginkan.

C. KLASIFIKASI SISTEM

System dapat di klasifikasikan sebagai berikut:

-        Sistem Tertentu (Deterministic System)

-        Sistem Probabilistik (Probabilistic System)

-        Sistem Terbuka (Open System)

-        Sistem Tertutup (Closed System)

-        Relatively Closed System

-        Artificial System

-        Natural System

-        Manned System

D. PELAKU SISTEM

  1. Pemakai (user), Pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis pemakai, yaitu Operasional, Pengawas, dan Eksekutif
  2. Manajemen, Terdiri dari tiga jenis manajemen, yaitu Manajemen Pemakai, Manajemen Sistem, dan Manajemen Umum.
  3. Pemeriksa, Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
  4. Penganalisa Sistem, Fungsinya adalah sebagai arkeolog (menelusuri bagaimana sistem lama berjalan, bagaimana dijalankan, dan segala hal yang menyangkut sistem lama), innovator (membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan), mediator (menjalankan komunikasi dari semua level), pimpinan proyek (personil yang lebih berpengalaman dari pemrogram dan ditunjuk sebelum pemrogram bekerja).
  5. Pendesain Sistem, Menerima hasil penganalisa sistem yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan tidak diformulasikan oleh pemrograman.
  6. Pemrogram, Setelah diolah oleh pendesain sistem baru, pemrogram dapat mulai bekerja.
  7. Personil Pengoperasian, Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer.

E. JENIS SISTEM

Sistem terotomasi merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi atau dikontrol oleh satu/lebih computer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern, yang teerbagi dalam sejumlah kategori, yaitu:

  1. On-line System, sistem yang menerima secara langsung mesukan dimana mereka dimasukkan dan menghasilkan keluaran di area dimana mereka diperlukan.
  2. Real-time System, sistem yang mekanisme pengontrolan, perekaman data data dan pemrosesan yang sangat cepat dengan hasil yang dapat diterima dalam waktu yang relative sama.
  3. Decision support system + strategic planning system, sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian, membantu para manager mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisis tujuan organisasi. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisis statistic dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik, table, chart sebagaimana laporan konvensional.
  4. Knowledge-based system, program computer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar.

F. PENGERTIAN INFORMASI

Informasi adalah data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga memudahkan pengguna informasi tersebut dalam mengambil keputusan. Informasi merupakan salah satu sumber organisasi yang harus diatur dengan baik seperti sumber daya yang lainnya. Dalam memperoleh informasi dibutuhkan pengorbanan atau biaya. Untuk mendapatkan keuntungan potensial dari informasi, proses informasi harus diatur.

G. PENGOLAHAN DATA (DATA PROCESSING)

  1. Data Input meliputi Recording (transaksi data ke pengolahan data medium), Coding (transaksi data dalam bentuk lain), Storing (untuk pengambilan keputusan).
  2. Data Transformation meliputi Calculating, Summarizing, Classifying (terdiri dari Categorizing, Sorting, Merging, Matching).
  3. Information Output meliputi Displaying result (manampilkan informasi melalui monitor), Reproducing (penyimpanan data untuk pemakai yang membutuhkan), Telecommunicating (penyimpanan data melalui saluran komunikasi).

H. SIKLUS INFORMASI

Setelah data diproses dan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management), tindakan tersebut akan menghasilkan kejadian yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan diproses seterusnya. Kualitas informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :

  1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
  2. Tetap pada waktunya, berarti informasi yang dating pada penerima tidak boleh terlambat.
  3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Selain itu informasi juga harus ekonomis, efektif, efisien dan dapat dipercaya. Berdasarkan tingkat manajemen, informasi dapat dikelompokkan berdasakan penggunanya yaitu Informasi Strategis (digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang), Informasi Taktis (digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah), Informasi Teknis (digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari).

I. ANALISIS DAN DESAIN SYSTEM

Analisis system bergantung pada teori umum sebagai sebuah landasan konseptual. Hasil modifikasi  dapat berupa subsistem baru, komponen baru atau serangkaian trnasformasi baru dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk memperbaiki berbagai fungsi system agar lebih efisien. Tahapan dalam menganalisis system:

a.     Mendefinisikan masalahnya

b.     Pahami system tersebut dan buat definisinya. Biasanya untuk memahami system kita dapat menggunakan

berbagai    pertanyaan misalnya:

    • Apa yang menjadi variable (komponen system)?
    • Bagaimana tiap variable tersebut berhubungan ?
    • Apa yang menjadi batasan system?

    c.   Alternative apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi system tersebut?

    d.  Pilih salah satu alternative yang telah dirumuskan sebelumnya.

    e.  Terapkan alternative tersebut.

    J. GLOBALISASI EKONOMI

    Pengarauh dari globalisasi ekonomi dan melusnya internet sangat mempengaruhi model bisnis saat kini. Yang lagi menjadi tren bisnis online saat ini yaitu e-commerce atau perdagangan secara elektronik. Ada tiga tipe dasar applikasi system informasi yang e-commerce yaitu pemasaran image, perdagangan elektronik business to customer, dan perdagangan elektronik business to business.

    Karena tren bisnis online saat ini sangat popular maka perlu peraturan yang mengatur bisnis online ini yang lebih kita kenal dengna kebijakan privasi. Dalam e-commerce ini pun sangat diperlukan kolaborasi dan rekanan untuk meningkatkan aplikasi system informasi. Di samping itu manajemen asset pengetahuan digunakan untuk mengumpulkan data mentah menjadi informasi yang berguna bagi system informasi yang pada akhirnya informasi di sharing oleh orang untuk menghasilkan pengetahuan dan keahlian. Disini peranan continous improvenment dan total uality management sangat dibutuhkan yaitu guna perubahan dan pengimplementasian system, perubahan ini dapat berakibat pada efisiensi/perbaikan keuntungan dan nilai.

    Seiring dengan perkembangan zaman dan tingkat persaingan yang cukup ketat, maka perlu desain ulang proses bisnis sehingga mampu menarik konsumen atau pengguna dari e-commerce tersebut tidak berpaling kepada system yang lebih baik. Disini kita dapat meningkatkan qualitas pelayanan, salah satu contohnya yaitu system yang dapat mengotomatisasi proses bisnis sehingga lebih efektif dan efisien baik bagi pemakai/konsumen maupun pengelola.

    RUSUME DARI SLIDE PRESENTASI PERTEMUAN PERTAMA

    TUJUAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

    -          Menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.

    -          Memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada.

    -          Memperbaiki tiongkat keandalan informasi akuntansi dan untuk menyediakan

    -          catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.

    -          Mengurangi biaya klerikal dalam menyelenggarakan catatan akuntansi

    ANALISA PERANCANGAN SISTEM

    Analisa dan perancangan sistem adalah sebuah pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi masalah, kesempatan, tujuan; analisa aliran informasi organisasi; dan merancang sistem informasi terkomputer untuk menyelesaikan sebuah masalah.

    FUNGSI ANALISI PERANCANGAN SISTEM

    1. Sebagai Konsultan Bisnis
    2. Men-support para expert dalam berbisnis
    3. Agen Perubahan

    Siklus Hidup Pengembangan Sistem terdiri atas 7 fase antara lain :

    1. Fase 1 yang terdiri atas Pengenalan dan Keterlibatan Personal
    2. Fase 2 mengenai bagaimana Menentukan Kebutuhan Informasi dan Keterlibatan Personal
    3. Fase 3 mengenai bagaimana Menganalisa Kebutuhan Sistem, dan Keterlibatan Personal
    4. Fase 4 Mengenai Merancang system yang direkomendasikan dan Personnel Involved
    5. Fase 5 Mengembangkan dan Mendokumentasikan Program serta Keterlibatan Personal
    6. Fase 6 mengenai Testing dan Implementasi Sistem serta Keterlibatan Personal
    7. Fase 7 Implementasi dan Evaluasi Sistem dan Keterlibatan Personal
    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.